Perbaikan Iklim Industri belum Dirasakan Pengusaha

29 Mei 2010 19:37 WIB

JAKARTA–MI: Pengusaha tidak merasakan adanya perbaikan iklim industri dalam setahun terakhir, meskipun IMD World Competitiveness Yearbook menaikkan posisi Indonesia ke urutan 35 dari sebelumnya di posisi 42.

“Tidak ada yang berbeda, lihat perusahaan mana saja yang ekspansi, ada tidak?. Itu indeks diukurnya secara global, lebih ke retail, bukan ke industri,”kata Ketua Umum Asosiasi Keramik Indonesia (Asaki), Achmad Wijaya, ketika dihubungi, Sabtu (29/5).

Achmad menjelaskan, naiknya daya saing Indonesia tersebut lebih didasarkan pada nilai trading dan membaiknya angka inflasi, bukan kondisi perkembangan industri dalam negeri. Padahal, dalam nilai trading, sebagian besar didominasi oleh impor yang tinggi.

“Orang kita punya usaha di China di Vietnam, kemudian diimpor masukin ke Indonesia, pakai merek dia. Itu barang banyak masuk ke sini, harga murah dan bersaing, akhirnya competitiveness kita dinilai baik. Padahal bukan itu yang seharusnya diukur. Bagaimana bisa membaik, pertumbuhan industri kita saja di bawah 2%,”ujarnya.

Indeks yang tepat, lanjutnya, harusnya didasarkan pada perkembangan industri. Selain Indonesia, negara yang naik peringkat adalah Singapura, menduduki posisi pertama. Melihat hal itu, Achmad mengatakan apa yang terjadi di Singapura dan Indonesia sama, artinya hanya didasarkan pada besarnya nilai impor.

“Lihat di SIngapura, apa ada ekspansi, tidak ada pertambahan pabrik. Yang besar di sana impor saja, sama dengan kita,” ujarnya. (Ndu/OL-03)

 

Perihal bpkimi
Informasi Hasil Litbang & Kebijakan Iklim Mutu Industri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: